MoFE Logo

Kenapa Motor Besar Pakai Kopling Manual?

Kenapa Motor Besar atau Sport Biasanya Pakai Kopling Manual?

Kopling, sebuah komponen vital dalam sistem transmisi sepeda motor, bertanggung jawab untuk menghubungkan atau memutuskan tenaga mesin ke roda belakang. Dalam konteks motor, “kopling manual” sering kali menjadi istilah yang lebih dikenal, dengan tuas kopling sebagai alat pengendali utamanya. Padahal gak juga, kopling motor gak cuma yang ada tuasnya aja kok!

Biasanya sih kopling manual dengan tuas ini terlihat pada sepeda motor berukuran besar atau sporty, yang memunculkan pertanyaan: mengapa begitu banyak motor besar atau sporty menggunakan kopling manual? Emang harus ya?

Evolusi Transmisi pada Sepeda Motor

Sebelum kita masuk ke pembahasan kita tarik mundur dulu sejarahnya bagaimana transmisi pada sepeda motor!

Pada awal abad ke-20, sepeda motor umumnya menggunakan zero transmission, di mana roda belakang terhubung langsung dengan mesin. Hal ini berarti pengendara tidak dapat mengubah rasio gigi dan kecepatan motor hanya bisa dikendalikan dengan mengatur putaran mesin. Sistem ini memiliki beberapa kekurangan, seperti kecepatan terbatas, akselerasi lambat, kesulitan mendaki tanjakan, dll.

Untuk mengatasi kekurangan zero transmission, para insinyur mulai mengembangkan sistem transmisi dengan gigi. Transmisi dua gigi pertama kali diperkenalkan pada tahun 1904. Transmisi ini memungkinkan pengendara untuk memilih antara gigi tinggi untuk kecepatan tinggi dan gigi rendah untuk akselerasi dan tanjakan.

Pada tahun 1910, transmisi tiga gigi mulai digunakan pada beberapa model sepeda motor. Transmisi ini memberikan pengendara lebih banyak fleksibilitas dalam memilih rasio gigi yang sesuai dengan kondisi jalan.

Transmisi empat gigi menjadi standar pada sebagian besar sepeda motor di tahun 1950-an. Kemudian berkembang ke transmisi lima gigi pada tahun 1970-an dan transmisi enam gigi pertama kali digunakan pada beberapa model motor sport di tahun 1980-an.

Dalam transformasi tersebut penggunaan sistem kopling manual mewarnai perjalanan guna akselerasi dan perpindahan gigi lebih halus saat berkendara.

Mengapa Motor Besar atau Sporty Menggunakan Kopling Manual?

Penggunaan kopling manual pada motor besar atau sporty bukanlah kebetulan semata. Alasan di balik preferensi ini berkisar pada pengalaman berkendara yang diinginkan oleh pengendara dan karakteristik teknis yang ditawarkan oleh sistem kopling manual.

Hal ini karena sebagian besar pengguna motor besar atau sporty mengejar sensasi berkendara yang dinamis dan terlibat, dan kopling manual memainkan peran penting dalam memberikan pengalaman tersebut. Dengan mengontrol tuas kopling dan melakukan perpindahan gigi secara manual, pengendara memiliki kesempatan untuk merasakan kecepatan, akselerasi, dan kelincahan sepeda motor secara langsung.

Kopling manual juga memberikan pengendara kendali penuh dalam mengubah gigi, memungkinkan mereka untuk menyesuaikan percepatan dengan lebih halus dan tepat. Ini adalah fitur yang sangat dinikmati oleh pengguna motor besar atau sporty yang ingin mengeksploitasi performa maksimal dari mesin mereka tanpa kehilangan kendali. Dengan kata lain, penggunaan kopling manual pada motor besar atau sporty bukan hanya tentang “merasa” seperti pembalap; ini juga tentang mengoptimalkan kinerja kendaraan.

Manfaat Menggunakan Kopling Manual

Selain memberikan pengalaman berkendara yang memuaskan, penggunaan kopling manual juga memberikan sejumlah manfaat teknis yang tidak bisa diabaikan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Konsumsi Bahan Bakar yang Lebih Efisien: Pengendalian yang lebih baik atas percepatan dengan kopling manual dapat menghasilkan penggunaan bahan bakar yang lebih hemat. Setelah teknologi injeksi bahan bakar diperkenalkan, konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit dan mendekati konsumsi transmisi manual. Namun, pada umumnya motor transmisi manual tetap menawarkan konsumsi bahan bakar yang lebih baik.
  • Durabilitas yang Tinggi: Konstruksi sederhana kopling manual sering kali membuatnya lebih tahan lama dibandingkan dengan jenis kopling otomatis atau lainnya. Kendaraan matic menggunakan transmisi CVT dengan belt (sabuk) dari bahan karet, sedangkan motor manual menggunakan kopling dengan rantai baja. Soal keawetan masih unggul kopling manual.
  • Kemudahan Perawatan: Kopling manual cenderung lebih mudah untuk dipelihara dan diperbaiki, mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk pemeliharaan berkala.

Jenis-jenis Kopling pada Sepeda Motor

Terdapat tiga mekanisme utama kopling yang mengatur penyaluran tenaga mesin pada sepeda motor, yaitu:

a. Kopling Manual

Mekanisme ini menggunakan tuas untuk mengendalikan plat kopling, menghubungkan dan memutuskan putaran mesin ke transmisi. Pengendara memiliki kontrol penuh atas perpindahan gigi, menghasilkan performa gesit dan responsif. Sistem ini banyak dijumpai pada motor sport dan klasik.

Semua motor Honda seri CB/CBR, Yamaha seri MT/R, dan seluruh motor Kawasaki menggunakan ini.

b. Kopling Otomatis (Sentrifugal)

Sistem ini bekerja secara otomatis berdasarkan putaran mesin. Kampas kopling akan menempel pada rumah kopling saat RPM mesin naik, dan terlepas saat RPM turun. Sistem ini praktis dan mudah digunakan, cocok untuk pengendara pemula dan mobilitas di perkotaan. Sistem ini umum digunakan pada motor matic.

Ini adalah transmisi motor bebek yang dipakai pada motor Revo dan Supra dari Honda, serta Vega dan MX dari Yamaha. Transmisi ini dikembangkan di Jepang dan Honda berhasil memasarkannya dengan sukses melalui Honda Cub.

c. Kopling Ganda (Dual Clutch)

Sistem ini menggabungkan dua kopling, yaitu kopling sentrifugal dan kopling manual. Kopling sentrifugal bekerja pada RPM rendah, sedangkan kopling manual dioperasikan oleh pengendara untuk perpindahan gigi. Sistem ini menawarkan kemudahan penggunaan dan performa optimal, namun umumnya ditemukan pada motor premium.

Transmisi ini mempertahankan struktur transmisi manual, yang memiliki keuntungan seperti akselerasi langsung, tetapi memiliki operasi kopling dan pergeseran otomatis. Tidak perlu mengoperasikan kopling, sehingga pengendara dapat fokus pada pengoperasian throttle dan rem saat berkendara. Akselerasi dan deselerasi yang lancar menekan ketidakkontinuitasan dalam gaya dorong yang terjadi saat mengganti gigi, yang disebabkan oleh struktur transmisi manual biasa. Honda memperkenalkan teknologi ini untuk sepeda motor pada tahun 2010 pada Model VFR1200F.

Share This Article

Artikel Terbaru

Artikel Terkait