MoFE Logo

Jangan Jual Motor dengan Plat Nomor Luar Daerah!

Jangan Jual Motor dengan Plat Nomor Luar Daerah! Kenapa?

Apakah Anda pernah berada dalam situasi di mana Anda memiliki kebutuhan mendesak untuk menjual motor Anda?

Atau mungkin Anda sedang mempertimbangkan untuk menjualnya demi mendapatkan tambahan dana guna membeli motor baru yang lebih canggih atau sesuai dengan kebutuhan Anda yang baru?

Pun jika kondisi tadi tidak terjadi di Anda, tentunya mungkin sering kita temui di sekitar ya! Nah ngomong-ngomong soal jual motor, sebelum keputusan untuk melepas motor dilakukan. Ada satu hal penting yang perlu Anda pertimbangkan dengan serius, yakni plat nomor kendaraan.

Apakah plat nomor motor yang akan kamu jual berasal dari daerah yang sama dengan tempat kamu jual motor?

Pertanyaan itu jadi penting karena akan mempengaruhi harga jual motor kamu!

Jual Motor dengan Plat Nomor Luar Daerah: Apakah Mungkin?

Misalkan Anda adalah seorang pemilik motor seperti Tono, seorang yang tertarik untuk memperdagangkan kendaraannya yang setia menemani setiap perjalanan.

Tono, dengan motor kesayangannya yang memiliki plat nomor terdaftar di Bandung, mendapati dirinya ingin menjualnya di Jakarta.

Namun, sebelum ia melangkah lebih jauh, muncul pertanyaan krusial: apakah hal tersebut memungkinkan? Jawabannya tidaklah sederhana.

Meskipun memungkinkan, namun tidak begitu disarankan. Mengapa demikian? Karena ketika Anda memilih untuk menjual motor dengan plat nomor yang berasal dari daerah yang berbeda dengan tempat Anda ingin menjualnya, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Salah satunya adalah penurunan signifikan dalam nilai jual kendaraan tersebut.

Kenapa Harga Motor yang Dijual dengan Plat Nomor Beda Daerah Tidak disarankan?

Menjual motor dengan plat nomor dari daerah yang berbeda tidak disarankan dikarenakan oleh dua faktor utama: nilai tawar yang rendah dan proses administrasi yang rumit. Yang mana keduanya saling berkaitan

Nilai Tawar yang Rendah

Salah satu alasan utama mengapa harga motor tersebut cenderung turun adalah karena calon pembeli atau dealer tempat Anda menjual motor akan cenderung menawar harga lebih rendah dari harga pasaran.

Mereka melakukan hal ini karena menganggap bahwa proses administrasi yang terkait dengan motor tersebut akan lebih rumit dan memakan waktu.

Gampangnya gini, calon pembeli harus melakukan perjalanan ke daerah asal plat nomor motor untuk mengurus berkas administratif seperti balik nama atau ganti nama pemilik kendaraan. Ribet sekaligus akan mengeluarkan biaya yang tentunya tidak sedikit.

Proses Administrasi yang Rumit

Proses administrasi yang rumit juga menjadi faktor utama kenapa opsi menjual motor dari dari daerah beda gak disarankan. Calon pembeli harus mengurus administrasi antar daerah, yang merupakan proses yang rumit, memakan waktu, dan memerlukan biaya tambahan. Bahkan menurut salah satu sumber dikatakan bahwa mengurus proses penyelesaian untuk BPKB bisa memakan 14 hari kerja.

Misalnya, jika seseorang seperti Tono ingin membeli motor dari Bandung, ia harus melakukan perjalanan ke Bandung terlebih dahulu untuk mencabut berkas administratif. Setelah itu, ia harus kembali ke Jakarta lagi. Semua proses ini tidak hanya merepotkan, tetapi juga menambah biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh calon pembeli.

Dengan adanya dua faktor yang saling berkaitan ini, tidak mengherankan bahwa harga motor yang dijual dengan plat nomor dari daerah yang berbeda cenderung mengalami penurunan yang signifikan. 

Oleh karena itu, penting bagi para pemilik motor untuk mempertimbangkan secara matang sebelum memutuskan untuk menjual motor dengan plat nomor dari daerah yang berbeda.

Syarat Mutasi Kendaraan

Sebelum memulai proses mutasi kendaraan, penting untuk memahami dokumen-dokumen yang diperlukan. Proses ini membutuhkan beberapa dokumen penting yang harus disiapkan dengan teliti. Berikut adalah dokumen-dokumen yang harus Anda persiapkan sebelum mengajukan mutasi kendaraan:

  1. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) asli dan fotokopi.
  2. Bukti Pembayaran Kendaraan Bermotor (BPKB) asli dan fotokopi.
  3. Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang akan digunakan.
  4. Faktur pembelian.
  5. Kuitansi jual beli yang telah di-materai.

Setelah Anda memastikan semua dokumen tersebut tersedia, Anda siap untuk memulai proses mutasi kendaraan dengan lancar dan tanpa hambatan. Oh ya baca di sini untuk syarat mengurus surat kendaraan yang hilang!

Langkah-langkah Mengurus Mutasi Kendaraan

Mengajukan mutasi kendaraan merupakan proses yang melibatkan serangkaian langkah yang harus diikuti dengan teliti dan cermat. Berikut adalah rincian lengkap mengenai langkah-langkah tersebut:

Kunjungi Kantor Samsat:

Pertama-tama, pemohon harus mengunjungi kantor Samsat dan menuju bagian loket mutasi. Di sana, pemohon akan diminta untuk menyerahkan dokumen-dokumen penting seperti BPKB dan KTP daerah yang dituju.

Lakukan Cek Fisik dan Bayar Biaya:

Setelah menyerahkan dokumen, langkah berikutnya adalah melakukan cek fisik kendaraan dan membayar biaya yang ditentukan. Kemudian, pemohon perlu kembali ke bagian mutasi untuk menyerahkan fotokopi BPKB, STNK, dan KTP.

Bayar Biaya Administrasi:

Selanjutnya, pemohon harus membayar biaya administrasi ke bagian fiskal sebagai bagian dari proses mutasi kendaraan.

Cabut Berkas dari Samsat Setempat:

Langkah berikutnya adalah kembali ke bagian mutasi untuk membayar biaya cabut berkas dari Samsat setempat. Proses ini bertujuan untuk mendapatkan berkas kendaraan yang akan diproses lebih lanjut.

Pembayaran Pajak dan Bea Balik Nama:

Pemohon harus melakukan pembayaran pajak kendaraan, bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), dan SWDKLLJ tahun terakhir sebagai bagian dari proses mutasi.

Menunggu Surat Jalan Sementara:

Setelah semua pembayaran dilakukan, pemohon harus menunggu berkas keluar dengan jangka waktu tertentu untuk mendapatkan surat jalan sementara yang akan digunakan sebagai bukti proses mutasi.

Lapor ke Samsat Daerah Tujuan:

Setelah mendapatkan surat jalan sementara, pemohon harus melapor ke Samsat daerah tujuan untuk menyerahkan berkas-berkas yang diterima sebagai persyaratan mutasi kendaraan.

Lakukan Cek Fisik dan Bayar Biaya:

Di Samsat daerah tujuan, pemohon akan diminta untuk melakukan cek fisik kendaraan kembali dan membayar biaya yang ditentukan. Samsat juga akan melakukan cek silang ke Polda setempat jika mutasi lintas provinsi.

Tunggu STNK dan Plat Nomor Baru:

Selanjutnya, pemohon harus menunggu STNK dan plat nomor baru dalam jangka waktu tertentu setelah proses administrasi selesai.

Ambil Dokumen Baru dan Bayar Biaya Tambahan:

Setelah waktu yang ditentukan, pemohon harus kembali ke Samsat untuk mengambil STNK dan plat nomor baru. Selain itu, pemohon juga harus membayar biaya untuk pajak, STNK, plat nomor, dan penulisan BPKB.

Tunggu BPKB yang Diperbarui:

Setelah proses administrasi selesai, pemohon harus menunggu BPKB yang diperbarui dalam jangka waktu tertentu sebelum dapat mengambilnya.

Ambil BPKB yang Telah Diperbarui:

Terakhir, pemohon dapat mengambil BPKB yang telah diperbarui sebagai tanda bahwa proses mutasi kendaraan telah selesai dan kendaraan siap digunakan secara legal.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas dengan cermat dan teliti, proses mutasi kendaraan dapat dilakukan dengan lancar dan tanpa hambatan.

Share This Article

Artikel Terbaru

Artikel Terkait