MoFE Logo

Jangan Ganti Warna Motor! Kalau Mau Harga Jual Tinggi

Ganti Warna Motor Pengaruhi Harga Jual?

Modifikasi warna pada motor merupakan salah satu cara yang populer bagi pecinta otomotif untuk memberikan sentuhan personal pada kendaraan mereka. Dengan mengubah warna, mereka dapat mengekspresikan gaya dan kepribadian mereka secara unik. Namun, ada pertanyaan yang seringkali menghantui: apakah perubahan warna ini akan berdampak pada harga jual motor? Untuk menjawabnya, mari kita eksplorasi lebih lanjut bagaimana modifikasi warna dapat mempengaruhi nilai jual kendaraan tersebut.

Pengaruh Ganti Warna Terhadap Harga Jual Motor

Sebut saja Tono, seorang pecinta motor, ingin mengubah tampilan motor kesayangannya dengan mengganti warna catnya. Namun, dia meragukan apakah ganti warna ini akan berdampak pada harga jual motor tersebut. 

Sebetulnya yang menjadi pertimbangan adalah apakah perubahan warna tersebut dicatat secara resmi dalam dokumen kendaraan.

Jika perubahan warna tidak dicatat secara resmi, kemungkinan pembeli akan kurang bersedia membayar harga yang tinggi karena mereka perlu mengeluarkan biaya dan waktu tambahan untuk memperbarui dokumen-dokumen kendaraan.

Namun, jika warna baru sudah tercatat dalam dokumen resmi, harga jual motor tidak akan terlalu terpengaruh. Ini karena secara legal, motor dengan warna yang berbeda tetap dianggap sama dengan motor dengan warna aslinya.

Terkait dengan pertimbangan harga jual, berbagai sumber di internet menunjukkan bahwa pilihan warna body motor bukanlah faktor utama yang menentukan harga kendaraan bekas. Lebih penting lagi adalah kondisi mesinnya. Dengan demikian, mengganti warna motor bisa menjadi pilihan yang aman asalkan tetap memperhatikan aspek-aspek lain yang memengaruhi nilai kendaraan, seperti tetap mengupdate data surat-surat yang ada.

Mending Pake Body Warna Standar Aja!

Jika kita mengamati apa yang telah dilakukan oleh Tono, kita bisa belajar bahwa menggunakan body standar pada motor merupakan pilihan yang cukup masuk akal. Alasannya cukup sederhana: dengan tetap menggunakan body standar, kita dapat menghindari berbagai biaya dan kerumitan yang terkait dengan proses mengubah warna secara resmi. Bahkan jika kita ingin mengecat ulang motor untuk memberikan tampilan yang segar, lebih baik menggunakan warna yang sama seperti yang tertera di STNK.

Jika ingin sedikit variasi, mengganti warna cat tetap bisa dilakukan, namun pastikan tidak melebihi 20% dari warna asli kendaraan. Dengan cara ini, kita tidak perlu melakukan perubahan data pada dokumen kendaraan seperti BPKB atau STNK.

Pertimbangan lainnya yang perlu dipikirkan adalah biaya dan waktu yang akan dikeluarkan. Proses pengecatan dan perubahan data pada dokumen seperti BPKB dan STNK bisa menghabiskan banyak biaya, baik itu untuk membayar jasa bengkel maupun biaya administrasi di kantor Samsat. Selain itu, waktu yang terbuang untuk mengurus perubahan tersebut juga perlu diperhitungkan, karena prosesnya bisa memakan waktu yang cukup lama.

Namun, perlu diingat bahwa mengganti warna motor bukanlah masalah besar jika kendaraan tersebut tidak akan dijual lagi. Jika motor Anda digunakan untuk koleksi pribadi atau akan dipakai selamanya, maka perubahan warna menjadi lebih bersifat personal dan tidak mempengaruhi nilai jual kendaraan tersebut. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk ganti warna motor, penting untuk mempertimbangkan baik-baik tujuan penggunaan kendaraan tersebut dan dampaknya terhadap harga jual di masa depan.

Biaya dan Persyaratan Mengganti Warna Cat Motor

Mengubah warna cat pada motor bukanlah tindakan yang bisa dilakukan dengan mudah. Selain dari aspek visual yang terlihat pada kendaraan, ada berbagai biaya dan persyaratan dokumen yang harus diperhatikan agar perubahan ini dapat dilakukan secara resmi.

Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda pertimbangkan:

Biaya yang Dibutuhkan:

  • Untuk menerbitkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) baru, Anda perlu mengeluarkan dana sebesar Rp225.000.
  • Biaya untuk menerbitkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) baru adalah sebesar Rp100.000.
  • Anda juga perlu menganggarkan biaya sebesar Rp25.000 untuk melakukan pengesahan STNK.

Persyaratan Dokumen yang Wajib Disiapkan:

  • Pastikan Anda memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotokopinya, untuk Warga Negara Indonesia (WNI), atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) untuk Warga Negara Asing (WNA).
  • Sediakan salinan asli dan fotokopi dari STNK dan BPKB.
  • Dapatkan surat keterangan resmi dari bengkel yang melakukan perubahan warna cat pada motor Anda. Pastikan surat tersebut dilengkapi dengan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Nomor Induk Berusaha (NIB), dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dari bengkel tersebut.
  • Pastikan juga Anda memiliki hasil cek fisik kendaraan yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang.
  • Anda akan membutuhkan surat rekomendasi dari unit pelaksana Regident, serta surat kuasa yang telah dilegalisir jika Anda akan diwakilkan oleh pihak lain dalam proses ini.

Dengan memperhatikan semua persyaratan dan biaya yang diperlukan, Anda dapat memastikan bahwa proses penggantian warna cat motor Anda berjalan dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Proses pengurusan Ganti Warna Motor di STNK dan BPKB

Proses mengurus surat perubahan warna motor memerlukan beberapa langkah yang harus diikuti dengan cermat. Berikut adalah langkah-langkahnya:

Bawa motor ke Samsat:

Pastikan Anda membawa motor ke kantor Samsat yang sesuai dengan wilayah yang tercantum di Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Anda. Ini penting untuk memastikan bahwa proses dilakukan di tempat yang tepat sesuai dengan aturan yang berlaku.

Isi formulir permohonan:

Setelah tiba di Samsat, Anda akan diminta untuk mengisi formulir permohonan yang sesuai dengan jenis perubahan yang ingin dilakukan. Pastikan untuk mengisi formulir dengan lengkap dan akurat.

Lakukan cek fisik motor:

Petugas akan melakukan pemeriksaan fisik terhadap motor Anda untuk memastikan bahwa semua persyaratan teknis terpenuhi. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa kendaraan Anda layak untuk diubah warna catnya.

Lampirkan bukti hasil cek fisik:

Setelah cek fisik selesai, petugas akan memberikan bukti hasil cek fisik kendaraan. Pastikan untuk melampirkannya bersama dengan formulir permohonan yang telah diisi dengan benar dan lengkap, kemudian bawa ke loket registrasi.

Tunggu panggilan nama:

Selanjutnya, Anda perlu menunggu sampai nama pemilik kendaraan Anda dipanggil oleh petugas. Biasanya, ini dilakukan untuk verifikasi data dan persetujuan lebih lanjut.

Lakukan Pembayaran PNBP:

Setelah proses verifikasi selesai, Anda akan diminta untuk melakukan pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) untuk mendapatkan STNK dan BPKB baru.

Daftarkan BPKB ke Polda atau Polres setempat:

Setelah pembayaran selesai, Anda perlu mendaftarkan BPKB baru Anda ke Kepolisian Daerah (Polda) atau Kepolisian Resort (Polres) setempat. Pastikan untuk membawa formulir permohonan STNK, blanko cek fisik, dan nomor register dari bagian BPKB.

Lakukan pembayaran SWDKLLJ dan PKB:

Terakhir, Anda perlu melakukan pembayaran untuk Surat Wajib Daftar Kendaraan Bermotor (SWDKLLJ) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Setelah pembayaran selesai, STNK dan BPKB baru Anda akan langsung dicetak dan dapat diambil pada hari yang sama.

Dengan mengikuti semua langkah ini dengan teliti, Anda dapat menyelesaikan proses penggantian warna cat motor Anda dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Share This Article

Artikel Terbaru

Artikel Terkait