MoFE Logo

Motor Dilan dan Deretan Motor Klasik Era 80-an

Motor Dilan dan Deretan Motor Klasik Era 80-an

Baru saja selesai menonton film Dilan di salah satu platform streaming. Salah satu hal yang menarik dari film tersebut adalah nuansa jadul yang dibawanya, membawa kita kembali ke era 80an atau 90an. Salah satu elemen yang memperkuat nuansa tersebut adalah tunggangan si Dilan yang ikonik, yaitu motor klasik CB100 berwarna biru yang kini dikenal juga motor Dilan .

Lebih dari sekadar alat transportasi, motor klasik ini berhasil membawa nostalgia dan membangkitkan rasa ingin memiliki bagi banyak pecinta motor, terutama mereka yang tumbuh di era 80an. Tak hanya CB100, era 80an diwarnai dengan deretan motor keren yang tak lekang oleh waktu. Bahkan, beberapa di antaranya masih diburu hingga kini, dengan harga yang mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Berikut ini, mari kita jelajahi deretan motor era 80an yang masih digemari dan menjadi incaran para kolektor motor klasik:

Honda CB100 (1970-1982)

Yes! Ini dia nih, motor yang digunakan Dilan di dalam filmnya. Keren banget sih!

Meluncur di era 1970 hingga 1982, Honda CB100 memancarkan aura klasik yang tak lekang oleh waktu. Desainnya yang simpel dengan tangki berbentuk oval menjadi ciri khasnya, mengantarkannya pada julukan “city bike” yang mumpuni. Bagi para kolektor, CB100 hadir dalam 6 seri: CB 100 KO, K1, K2, K3, K5, dan N, masing-masing dengan keunikan tersendiri.

Di balik bodinya yang mungil, tersembunyi mesin 4-tak OHC 2 katup 1 silinder berkapasitas 99 cc. Tenaganya mencapai 11,5 dk pada 10.500 rpm, cukup untuk menjelajahi jalanan kota dengan kecepatan maksimal hingga 110 km/jam. Bagi para pecinta motor klasik yang mencari legenda “city bike” yang gesit dan penuh pesona, Honda CB100 bisa menjadi pilihan tepat. Di pasaran, motor Dilan yang begitu klasik bernuansa 80-an ini dibanderol mulai dari Rp 4 jutaan, menjadikannya salah satu motor klasik yang terjangkau dan mudah ditemukan. Tapi kalau kondisinya mulus dan original, wah siap-siap rogoh kocek puluhan juta ya!

Suzuki GP125 (1981)

Adik dari Suzuki GP100 yang melegenda, GP125 tampil sporty dengan desain ‘ekor itik’. Katanya sih motor ini terinspirasi dari ala-ala motor balap ya!

Mesin 123cc 2-taknya menghasilkan 14 daya kuda, menjadikannya salah satu motor favorit di masanya. Desainnya yang ramping dan gesit menjadikannya pilihan ideal bagi pengendara yang menginginkan performa dan gaya.

Saat ini, Suzuki GP125 dibanderol di pasaran dengan harga berkisar Rp 7 jutaan, menjadikannya motor klasik yang terjangkau bagi para pecinta motor jadul.

Kawasaki Binter Merzy (1980)

Motor sport naked ini merupakan hasil racikan Kawasaki yang dijuluki “Bintang Terang” karena nama distributornya di era 80an.
Oh ya fun fact kalua Bintang Terang sendiri berhenti beroperasi tahun 1986 gara-gara pemiliknya korupsi sampai buron ke luar negeri.

balik lagi ke pembahasan, mesin 4-tak 198cc 1 silinder Kawasaki Bnter Merzy ini menghasilkan 18 daya kuda, memberikan performa yang cukup mumpuni untuk penggunaan sehari-hari.

Motor ini dibanderol sekitar Rp 20 jutaan di pasaran bekas, menjadikannya pilihan menarik bagi para pecinta motor klasik yang mencari gaya retro dan performa yang handal.

Vespa PX150 (1978-1981)

Gak perlu ditanya berapa banyak fans dari kendaraan roda dua ini. Kayanya di momen-momen tertentu kamu pernah temui dengan mudah komunitas motor ini di jalan. Apalagi anggotanya yang sangat terkenal dengan solidaritasnya.

Skuter ikonik asal Italia ini tak lekang oleh Waktu. Desainnya yang khas dengan bodi mungil dan lampu bundar menjadikannya simbol gaya hidup di era 80an. Mesin 149cc 2-taknya menghasilkan performa yang cukup tangguh untuk menjelajahi jalanan kota.

Sistem pengoperasian giginya yang unik dan transmisi 4 percepatan menambah daya tariknya. Di pasaran, Vespa PX150 dibanderol sekitar Rp 5 jutaan, menjadikannya pilihan menarik bagi para pecinta skuter klasik yang mencari perpaduan sempurna antara gaya dan fungsionalitas.

Yamaha RX-King (1983-2002)

Motor ini terkenal dengan akselerasinya yang kencang, membuatnya dijuluki ‘motor jambret‘, ‘motor setan’, hingga ‘motor penjahat’. Digemari banyak orang, sang produsen Yamaha memiliki berbagai tipe, namun ‘King’ adalah yang paling populer.

Di tahun 2002, Yamaha meluncurkan New Rx King dengan catalytic converter untuk mengurangi asap yang dikeluarkan. Akhirnya pada tahun 2008, Yamaha menyuntik mati alis memberhentikan produksi RX-King karena alasan emisi.

Saat ini, motor ini dibanderol di kisaran Rp 13 jutaan, bahkan ada yang melegonya hingga ratusan juta, menjadikannya simbol nostalgia bagi para pecinta motor bebek klasik yang mendambakan performa dan keunikan.

Suzuki TS125 (1993-2005)

Nah agak beda sedikit nih! Suzuki TS125 ini jadi motor bergaya trail yang hits banget pada masanya.

Motor trail ini digemari karena ketangguhannya di berbagai medan. Mesin 123cc 2-taknya berpendingin cairan dan menghasilkan 13 daya kuda, memungkinkannya untuk menjelajahi jalanan berbatu, hutan, dan tanjakan dengan mudah.

Diproduksi hingga tahun 2005, TS125 saat ini dibanderol mulai dari Rp 30 jutaan, menjadikannya pilihan menarik bagi para pecinta motor trail klasik yang mencari petualangan dan pengalaman offroad yang seru.

Kawasaki AR125 (1982)

Motor sport ini pernah menjadi primadona di masanya. Dilengkapi fairing depan dan velg racing, AR125 tampil gagah dan sporty, menarik perhatian para pengendara muda yang ingin tampil beda.

Mesin 125cc 2-taknya menghasilkan 22 daya kuda, disalurkan melalui transmisi 6 percepatan, memberikan performa yang bertenaga dan gesit.

Saat ini, Kawasaki AR125 dibanderol di pasaran dengan harga mencapai Rp 70 jutaan, mencerminkan nilai historis dan keunikannya sebagai motor sport klasik yang ikonik.

Bagi generasi muda, motor-motor ini menjadi jendela untuk melihat kembali masa lampau, di mana gairah dan semangat otomotif begitu terasa. Melalui desainnya yang klasik dan cerita-cerita di baliknya, mereka dapat memahami bagaimana teknologi dan tren otomotif berkembang pesat di era 80an.

Bagi para kolektor dan pecinta motor klasik, memiliki salah satu motor ini adalah sebuah kebanggaan dan pencapaian. Menemukan motor dalam kondisi mint, merestorasinya dengan penuh ketelitian, dan memamerkannya di berbagai acara komunitas menjadi sumber kebahagiaan tersendiri. Bagi mereka, motor klasik bukan hanya sekadar benda mati, tetapi juga sebuah karya seni dan simbol passion mereka terhadap dunia otomotif.

Oh ya kalau di MoFE motor klasik kaya gini gak ada ya. Tapi kalau kalian lagi cari model motor yang siap dipakai untuk sehari-hari, silakan cek di situs web kita!

Share This Article

Artikel Terbaru

Artikel Terkait