MoFE Logo

Waspada Motor Bekas Kilometer Rendah !

Waspada Motor Bekas Kilometer Rendah!

Pernahkah Anda menemui iklan motor yang menarik perhatian dengan penawaran yang terlalu menggiurkan untuk dilewatkan? Bayangkan iklan seperti ini:

“Dijual Motor Aerox 155 STD 2018, hanya 15 Juta NET! Masih dalam kondisi mulus, dengan kilometer super rendah, jarak tempuh hanya mencapai 1000KM!”

Tentu saja, penawaran seperti ini terdengar sangat menarik dan jelas memancing minat. Namun, di balik kilauan penawaran yang memikat, mungkin terdapat potensi kerugian yang tersembunyi yang mungkin belum Anda sadari.

Pertanyaannya, apakah ini terlalu bagus untuk menjadi kenyataan? Mungkin saja!

Ketika Anda mulai memikirkannya, terdapat keraguan yang muncul. Bagaimana mungkin sebuah motor yang sudah berusia sekitar 6 tahun hanya memiliki jarak tempuh sebanyak 1000KM? Meskipun memang mungkin jika motor tersebut jarang dipakai untuk perjalanan jarak jauh, tetapi tetap saja hal ini menimbulkan keraguan.

Karena kalau ditanya berapa jarak rata-rata yang ditempuh sepeda motor dalam setahun? Jawabannya adalah 10.000 KM. 

Maka, sudah semestinya bagi Anda untuk mencurigai penawaran tersebut atau setidaknya mempertanyakan kebenaran kondisinya. Karena membeli motor yang terlalu sempurna untuk menjadi kenyataan bisa menjadi bumerang yang menimpa Anda di masa mendatang. Sebaiknya sadari potensi masalah motor sedari awal membeli.

Meskipun angka kilometer yang tercatat mungkin hanya sekitar 1000KM, namun Anda tidak bisa sepenuhnya percaya pada angka tersebut. Angka yang ditampilkan dalam iklan mungkin saja bohong, namun kondisi mesinnya tentu tidak bisa berbohong.

Pasti Anda pernah mendengar atau bahkan mengalami sendiri pengalaman membeli motor dengan kilometer rendah namun mesinnya terasa kasar, tarikannya kurang mantap, seperti motor bekas dengan jarak tempuh 20 ribuan kilometer ke atas. Seharusnya, jika sebuah motor memiliki jarak tempuh hanya 1000KM, maka tarikan mesinnya seharusnya masih terasa prima, mendekati sensasi naik motor baru. Tetapi, kenyataannya seringkali tidak demikian.

Jangan Berserah pada Angka di Odometer

Sebelum kita masuk ke dalam detilnya, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu odometer. Odometer adalah alat yang terpasang pada kendaraan untuk mencatat jarak tempuh yang telah ditempuh oleh kendaraan tersebut. Ini adalah informasi penting bagi pembeli potensial untuk menilai seberapa jauh kendaraan tersebut telah digunakan.

Namun, apa yang tidak semua orang sadari adalah bahwa angka yang tertera di odometer tidak selalu dapat dipercaya sepenuhnya. Sayangnya, angka di odometer dapat dengan mudah dimanipulasi oleh bengkel-bengkel nakal demi membuat kilometer terlihat lebih rendah dari yang sebenarnya. Ini merupakan salah satu trik kuno yang sering digunakan untuk menarik minat calon pembeli.

Penting untuk dipahami bahwa manipulasi angka di odometer bukanlah praktik yang baru. Tujuan utamanya adalah agar kendaraan terlihat lebih menarik dan ‘fresh’ di mata calon pembeli. Sebagai hasilnya, pembeli yang kurang berpengalaman atau awam terhadap praktik semacam ini mungkin akan terkecoh dan lebih tertarik untuk membeli kendaraan tersebut.

Jadi, tidaklah mengherankan bahwa angka di odometer hanya merupakan bagian dari keseluruhan gambaran yang harus dipertimbangkan oleh pembeli potensial. Karena pada akhirnya, yang benar-benar penting bukanlah seberapa rendah angka di odometer, melainkan kondisi keseluruhan dari kendaraan itu sendiri. Bagi pembeli yang peduli dengan performa dan keandalan, memastikan mesin kendaraan masih dalam kondisi prima lebih penting daripada sekadar mengejar angka kilometer yang rendah.

Coba Cek Biar Tidak Ketipu!

Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan transaksi pembelian, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda ambil agar tidak terjebak dalam penawaran motor bekas dengan kilometer rendah yang tidak benar. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan saat ingin memeriksa motor yang disinyalir memiliki kilometer rendah:

Cek Kode Ban

Kode produksi pada ban motor bisa menjadi petunjuk penting untuk mengetahui seberapa sering ban tersebut diganti. Biasanya, ban motor baru akan terlihat perlu diganti setelah sekitar 10 ribu kilometer. Untuk memeriksa kode produksi ban, lihatlah empat digit terakhir pada kode tersebut. Misalnya, kode “2718” menunjukkan bahwa ban tersebut diproduksi pada minggu ke-27 tahun 2018. Jika tahun produksi ban masih baru sedangkan motor sudah cukup berusia, kemungkinan besar ban tersebut telah diganti. Pertanyaan wajar muncul, mengapa ban harus diganti jika jarak tempuhnya masih rendah?

Cek Bagian Handgrip

Perhatikan tekstur pada bagian handgrip. Jika masih terlihat seperti kulit jeruk, ini menandakan bahwa motor jarang digunakan. Namun, jika teksturnya mulai hilang atau sudah terasa halus karena sering disentuh, ini bisa menjadi petunjuk bahwa motor tersebut sering digunakan.

Cek Bagian Footstepnya

Meskipun tidak selalu menjadi indikasi pasti, beberapa footstep yang agak turun ke bawah bisa menunjukkan bahwa motor sering digunakan untuk perjalanan jauh atau berboncengan. Ini mengisyaratkan bahwa motor telah menempuh jarak yang cukup jauh.

Cek Cat di Baut

Biasanya, motor baru akan melalui proses quality control (QC) di mana bagian baut akan diberi tanda cat. Jika cat pada baut terlihat masih utuh dan tidak rusak, ini menandakan bahwa motor belum pernah dibongkar. Namun, jika ada tanda-tanda kerusakan pada cat di baut, ini bisa menjadi indikasi bahwa motor pernah dibongkar. Hal ini patut menjadi perhatian Anda.

Cek Kabel Speedometer

Periksa apakah kabel pada speedometer terlihat rapih atau tidak. Jika ada bekas luka atau tanda-tanda bahwa kabel pernah dilepas, ini bisa menjadi petunjuk bahwa kilometer pada motor pernah dimanipulasi. Bagaimana bisa? Hal ini akan kita bahas pada poin berikutnya!

Odometer Bisa Dibuat Rendah

Manipulasi odometer merupakan salah satu trik kotor yang kerap dilakukan oleh bengkel nakal untuk membuat motor terlihat memiliki kilometer rendah. Ada beberapa metode yang mereka gunakan untuk mencapai tujuan ini.

Mengubah Angka di Odometer

  • Odometer Analog: Untuk odometer jenis ini, modifikasi dilakukan dengan membongkar bagian-bagian tertentu dan memutar bagian yang berkaitan hingga menunjukkan angka yang diinginkan. Meskipun terkesan sederhana, namun proses ini memerlukan keahlian dan ketelitian agar tidak terdeteksi.
  • Odometer Digital: Pada odometer digital, bengkel nakal akan menggunakan metode yang lebih canggih. Mereka membongkar PCB (Printed Circuit Board) odometer dan melakukan hacking pada EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory) untuk menghapus atau mengatur ulang data kilometer. Ini dilakukan dengan bantuan aplikasi khusus yang dijalankan melalui laptop. Hasilnya, angka yang ditampilkan akan dipalsukan sesuai keinginan.

Memutus Kabel Speedometer

Ketika motor masih dalam kondisi memiliki kilometer rendah, pemiliknya bisa saja memutus koneksi pada speedometer. Hal ini bertujuan agar jarak yang ditempuh oleh motor tidak tercatat, sehingga angka di odometer tetap rendah dan tidak bertambah. Praktik ini sering terjadi, terutama pada motor yang disiapkan untuk dijual.Ketika motor akan dijual, penjual akan memasang kembali kabel speedometer tersebut.

Oleh karena itu, penting untuk memeriksa apakah kabel pada speedometer terlihat rapi dan tidak mengalami bekas luka atau copotan. Kehadiran bekas luka atau tanda-tanda bahwa kabel telah dilepas dapat menjadi indikasi bahwa kilometer pernah diakali.

Manipulasi odometer bukan hanya sebuah tindakan curang, namun juga bisa berdampak fatal pada keselamatan Anda sebagai pengguna motor. Oleh karena itu, selalu berhati-hati dan teliti saat akan membeli motor bekas, terutama yang menawarkan kilometer rendah. Keselamatan Anda adalah yang terpenting.

Membeli motor bekas memang bukanlah hal yang mudah. Namun, siapa pun pasti menginginkan motor yang berkualitas dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, disarankan untuk membeli motor bekas dari dealer yang telah terpercaya.

Penting untuk dicatat bahwa setiap dealer yang direkomendasikan telah melewati proses verifikasi ketat, baik dari segi tempat usaha maupun kualitas produk yang mereka tawarkan. Kami hadir untuk membantu Anda mendapatkan motor bekas dalam kondisi yang prima dari dealer terpercaya.

Mengubah Kilometer adalah Kriminal

Memanipulasi odometer adalah tindak kejahatan. Di Amerika Serikat, jika Anda terbukti melakukan pemalsuan odometer, Anda bisa menghadapi denda perdata hingga $10.000 per pelanggaran (per kendaraan yang odometernya dimanipulasi), dengan total denda maksimal mencapai $1 juta. Di Jepang, Anda bisa dipenjara maksimal 3 tahun atau membayar denda 50 juta per kasus. Namun, sayangnya di Indonesia, belum ada hukuman yang jelas terkait manipulasi odometer. Inilah alasan mengapa banyak orang mencoba menipu pembeli.

Sayangnya, di Indonesia, dengan hukum dan peraturan yang ada saat ini, sulit untuk mencegah dan menghindari manipulasi odometer. Lebih penting untuk memeriksa sepeda motor sebelum membeli. Dan sekali lagi MoFE merekomendasikan untuk membeli motor bekas dari dealer yang terverifikasi oleh kami.

Share This Article

Artikel Terbaru

Artikel Terkait