MoFE Logo

Motor 2 Tak Masih Digemari di Era Modern ?

Mengapa Motor 2 Tak Masih Digemari di Era Modern?

Pernahkah Anda berjalan-jalan di daerah Jakarta Selatan dan melihat sekelompok pengendara motor berkumpul? Pada satu kesempatan, saya melihat sebuah komunitas motor yang sedang kopdar. Kebanyakan dari mereka mengendarai motor jadul seperti RX King, RX Z, dan yang cukup mencuri perhatian saya adalah motor Crystal.

Ternyata, komunitas tersebut adalah komunitas motor 2 tak. Di era sekarang, ketika kebanyakan orang lebih memilih motor 4 tak, cukup mengejutkan bahwa motor 2 tak masih memiliki banyak peminat.

Kenapa Orang Masih Minat?

Menurut artikel yang diterbitkan oleh Detik OTO, ada tiga alasan utama mengapa motor 2 tak masih diminati oleh banyak orang di era modern:

Akselerasi Lebih Greget: Salah satu alasan utama mengapa motor 2 tak masih digemari adalah akselerasinya yang lebih cepat dan bertenaga dibandingkan dengan motor 4 tak.

Karakteristik mesin 2 tak yang memberikan torsi lebih besar pada putaran rendah hingga menengah membuat pengendara merasa lebih puas dengan tarikan motor yang kuat dan responsif. Sensasi ini sering kali dianggap lebih “greget” dan mengasyikkan dibandingkan dengan motor 4 tak.

Perawatan Lebih Gampang: Motor 2 tak dikenal lebih mudah dalam hal perawatan. Dengan konstruksi mesin yang lebih sederhana, banyak penggemar motor yang merasa lebih mudah untuk melakukan perawatan dan perbaikan sendiri. Hal ini membuat biaya perawatan menjadi lebih terjangkau, terutama bagi mereka yang memiliki pengetahuan dasar tentang mesin.

Nostalgia: Bagi banyak orang, motor 2 tak membawa kenangan masa lalu. Motor-motor ini sering kali mengingatkan pengendaranya pada masa-masa muda atau bahkan pada pengalaman pertama mereka mengendarai motor.

Sentimen nostalgia ini sangat kuat dan menjadi salah satu pendorong utama mengapa motor 2 tak masih memiliki tempat di hati banyak orang.

Motor 2 Tak Sempat Dilarang

Tidak dapat dipungkiri bahwa motor 2 tak sempat menghadapi masa-masa sulit. Dulu, ada wacana untuk melarang motor 2 tak beroperasi di jalanan karena masalah lingkungan. Motor 2 tak dikenal menghasilkan asap yang cukup banyak, yang berkontribusi terhadap polusi udara. Namun, wacana tersebut tidak sepenuhnya terlaksana dan mendapat banyak kecaman, terutama dari para penggemar dan pengguna motor 2 tak. Mereka menilai bahwa pelarangan tersebut tidak adil dan terlalu keras. Tentu mengingat banyaknya komunitas dan individu yang masih sangat mengandalkan motor ini.

Motor 4 Tak Datang, Motor 2 Tak Jadi Langka

Dengan munculnya dominasi motor 4 tak, motor 2 tak perlahan-lahan menjadi langka. Motor 4 tak menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dan emisi yang lebih rendah. Sehingga hal ini menjadi pilihan yang lebih populer di kalangan konsumen modern. Namun, kelangkaan ini justru membuat motor 2 tak semakin berharga bagi sebagian orang. Seperti hukum ekonomi, ketika barang menjadi terbatas namun permintaan tetap tinggi, harga akan naik. Motor 2 tak, khususnya model-model legendaris seperti RX King, kini menjadi barang koleksi yang diburu oleh banyak orang.

Sebagai contoh, RX King, yang dulu dikenal sebagai “motor jambret” atau motor tukang ojek, sekarang bisa laku hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah, terutama jika dalam kondisi original dan mulus. Motor ini telah bertransformasi dari kendaraan sehari-hari menjadi barang investasi yang bernilai tinggi.

Kesulitan Main Motor 2 Tak

Namun, mengendarai dan merawat motor 2 tak bukan tanpa tantangan. Ada beberapa kesulitan yang harus dihadapi oleh para penggemar motor 2 tak:

Mesin Tua Suka Bermasalah

Motor 2 tak yang berusia tua sering kali membutuhkan perawatan lebih karena komponen mesinnya yang sudah aus atau rusak. Hal ini membutuhkan perhatian dan keahlian lebih dalam merawat dan memperbaiki mesin.

Sparepart Sulit Didapatkan

Banyak sparepart motor 2 tak yang sudah tidak diproduksi lagi, sehingga sulit untuk mendapatkan suku cadang yang dibutuhkan. Penggemar motor 2 tak sering kali harus mencari sparepart di pasar loak atau memesan dari luar negeri, yang tentunya memerlukan usaha dan biaya tambahan.

Asap Knalpot

Motor 2 tak menghasilkan asap yang cukup banyak, yang bisa mengganggu pengendara lain dan lingkungan sekitar. Pengguna motor 2 tak harus siap menghadapi pandangan kurang menyenangkan dari orang lain terkait asap knalpot yang dihasilkan.

Harga Tinggi

Dengan semakin langkanya motor 2 tak dan tingginya permintaan, harga motor 2 tak di pasaran menjadi sangat tinggi. Bagi mereka yang baru ingin mulai menggemari motor 2 tak, biaya untuk membeli motor dalam kondisi baik bisa menjadi kendala tersendiri.

Surat Pajak Mati

Tidak sedikit motor 2 tak yang dijual dengan kondisi surat pajak yang mati. Mengurus pajak yang mati dan legalitas kendaraan bisa menjadi proses yang rumit dan memakan waktu.

Meski demikian, bagi para penggemar sejati, tantangan-tantangan ini tidak menyurutkan semangat mereka untuk tetap mengendarai dan merawat motor 2 tak. Bagi mereka, motor 2 tak bukan sekadar kendaraan, melainkan bagian dari sejarah dan kenangan yang berharga.

Motor 2 tak memang memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya. Meskipun menghadapi banyak tantangan dan persaingan dari motor 4 tak yang lebih modern dan efisien, motor 2 tak tetap memiliki daya tarik yang kuat. Baik karena akselerasinya yang “greget,” perawatannya yang lebih mudah, atau sekadar nostalgia, motor 2 tak terus menarik minat banyak orang. Di tengah segala keterbatasan dan tantangan yang ada, semangat komunitas motor 2 tak menunjukkan bahwa warisan kendaraan ini masih hidup dan dihargai hingga saat ini.

Share This Article

Artikel Terbaru

Artikel Terkait