MoFE Logo

Kode-Kode Peringatan pada Motor Aerox

Kali ini kita akan membahas Kode Peringatan Motor Aerox !

Yamaha Aerox 155 merupakan salah satu motor matik terlaris di Indonesia. Motor ini memiliki desain yang sporty dan fitur-fitur yang canggih, salah satunya adalah kode peringatan pada panel instrumen.

Kode Peringatan Motor Aerox ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada pengendara jika terjadi masalah pada salah satu sistem motor.

Kode peringatan pada motor Aerox berupa angka yang ditampilkan di panel instrumen. Angka-angka tersebut mewakili kode kesalahan yang telah dideteksi oleh Electronic Control Unit (ECU).

ECU adalah otak dari sistem injeksi motor, yang bertugas untuk mengontrol kinerja semua komponen mesin.

Pada artikel ini, akan dibahas tentang kode-kode peringatan pada motor Aerox, mulai dari arti, penyebab, hingga cara mengatasinya.

Arti Kode Peringatan pada Motor Aerox

Berikut kode peringatan pada motor Aerox:

Kode 12

Crank Position Sensor (CPS) tidak berfungsi. CPS adalah sensor yang berfungsi untuk mendeteksi posisi piston. Jika CPS tidak berfungsi, maka motor akan mati mendadak dan tidak bisa distarter.

Kode 16

Throttle Position Sensor (TPS) tidak berfungsi. TPS adalah sensor yang berfungsi untuk mendeteksi posisi katup gas. Jika TPS tidak berfungsi, maka motor akan terasa boros bahan bakar dan tenaganya berkurang.

Kode 21

Coolant Temperature Sensor (CTS) tidak berfungsi. CTS adalah sensor yang berfungsi untuk mendeteksi suhu cairan pendingin. Jika CTS tidak berfungsi, maka mesin bisa overheat dan rusak.

Kode 22

Intake Air Temperature Sensor (IAT) tidak berfungsi. IAT adalah sensor yang berfungsi untuk mendeteksi suhu udara masuk. Jika IAT tidak berfungsi, maka motor akan terasa boros bahan bakar dan tenaganya berkurang.

Kode 24

Oxygen Sensor (O2) tidak berfungsi. O2 adalah sensor yang berfungsi untuk mengukur kadar oksigen dalam gas buang. Jika O2 tidak berfungsi, maka campuran udara dan bahan bakar akan tidak ideal dan mesin bisa mengalami knocking.

Kode 30

Lean Angle Sensor (LAS) tidak berfungsi. LAS adalah sensor yang berfungsi untuk mendeteksi kemiringan motor. Jika LAS tidak berfungsi, maka motor bisa mati mendadak saat dibelokkan.

Kode 37

Fuel Injector tidak berfungsi. Fuel injector adalah komponen yang berfungsi untuk menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar. Jika fuel injector tidak berfungsi, maka motor akan terasa boros bahan bakar dan tenaganya berkurang.

Kode 41

Lean Angle Sensor (LAS) mengalami hubungan singkat.

Kode 42

Sensor kecepatan tidak berfungsi. Sensor kecepatan berfungsi untuk mendeteksi kecepatan motor. Jika sensor kecepatan tidak berfungsi, maka speedometer dan odometer tidak akan berfungsi dengan baik.

Kode 44

Kerusakan EEPROM. EEPROM adalah komponen yang berfungsi untuk menyimpan data-data penting dari ECU. Jika EEPROM rusak, maka ECU akan mengalami kerusakan dan motor tidak bisa dihidupkan.

Kode 46

Voltase pengisian aki tidak normal. Aki berfungsi untuk mensuplai daya listrik ke semua komponen motor. Jika voltase aki tidak normal, maka motor bisa mengalami berbagai masalah, seperti starter tidak berfungsi dan lampu mati.

Kode 50

Kerusakan memory ECU. Memory ECU berfungsi untuk menyimpan data-data penting dari ECU. Jika memory ECU rusak, maka ECU akan mengalami kerusakan dan motor tidak bisa dihidupkan.

Penyebab Kode Peringatan pada Motor Aerox

Kode peringatan pada motor Aerox dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Kerusakan komponen: Kode peringatan dapat disebabkan oleh kerusakan pada salah satu komponen motor, seperti CPS, TPS, CTS, IAT, O2, LAS, fuel injector, sensor kecepatan, aki, atau ECU.
  • Kesalahan pemasangan: Kode peringatan juga dapat disebabkan oleh kesalahan pemasangan komponen, seperti pemasangan kabel yang tidak tepat atau pemasangan sensor yang tidak sesuai dengan spesifikasinya.
  • Kerusakan akibat kecelakaan: Kode peringatan juga dapat disebabkan oleh kerusakan akibat kecelakaan, seperti benturan yang menyebabkan komponen mesin mengalami kerusakan.

Cara Mengatasi Kode Peringatan pada Motor Aerox

Jika kode peringatan muncul pada motor Aerox, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa panel instrumen untuk mengetahui arti kode tersebut. Setelah mengetahui arti kode, maka langkah selanjutnya adalah mencari penyebab kode tersebut.

Jika penyebab kode tersebut adalah kerusakan komponen, maka perlu dilakukan penggantian komponen yang rusak. Jika penyebab kode tersebut adalah kesalahan pemasangan, maka perlu dilakukan perbaikan pemasangan komponen yang sesuai dengan spesifikasinya.

Pengen beli Aerox? Atau punya motor impian lainnya?

Coba liat-liat dulu yuk di MoFE!

Baca juga artikel lainnya!

Share This Article

Artikel Terbaru

Artikel Terkait