MoFE Logo

Kesalahan Mudik dengan Motor! Pengalaman Pahit!

Kesalahan saat mudik dengan motor ! Pengalaman Pahit!

Mudik, sebuah tradisi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kita menjelang Idul Fitri. Saat itulah ribuan orang memilih untuk pulang ke kampung halaman demi merayakan momen sakral bersama keluarga tercinta. Namun, di balik keindahannya, mudik juga menyimpan sejumlah risiko, terutama bagi mereka yang memilih untuk pulang menggunakan sepeda motor.

Pemerintah selalu mengingatkan kita tentang bahayanya mudik dengan sepeda motor. Namun, kendati demikian, banyak dari kita masih memilih untuk melakukannya, entah karena alasan finansial, ketersediaan transportasi, atau hal lainnya. Saya sendiri, ingin berbagi pengalaman pribadi saya saat melakukan mudik dengan motor beberapa waktu lalu, dengan harapan bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.

1. Mengapa Mudik dengan Motor?

Mudik dengan motor memang menjadi pilihan bagi banyak orang. Selain lebih fleksibel dalam mengatur waktu, juga terasa lebih dekat dengan alam dan suasana perjalanan yang seru. Namun, perlu diingat bahwa mudik dengan motor juga berisiko tinggi, terutama jika tidak mempersiapkannya dengan baik.

Ditambah transportasi Umum di Indonesia belum optimal. Beberapa orang harus berpindah transportasinya beberapa kali untuk mencapai kampung halaman mereka dan hal itu memakan waktu yang lama.

Selain itu, tidak ada jaminan untuk mendapatkan tempat duduk yang aman bagi penumpang dan keluarga mereka. Namun, jika Anda menggunakan sepeda motor, tempat duduknya terjamin ada. Ya layaknya punya  transportasi pribadi lah!

2. Kesalahan Saat Mudik dengan Motor

Banyak hal yang akan dihadapi ketika mulai melakukan perjalanan panjang menggunakan motor. Dan kesalahan-kesalahan yang saya lakukan pada saat mudik dengan motor berikut tak hanya menjadi pelajaran buat pemudik, tapi juga kalian yang punya hobi touring naik motor.

a. Tidak Memeriksa Tekanan Ban

Saat itu, ketika saya bersiap-siap untuk melakukan perjalanan mudik dengan motor, saya merasa yakin bahwa ban motor saya masih dalam kondisi prima. Saya baru saja menggantinya beberapa waktu lalu, dan rasanya tidak ada alasan untuk khawatir. Namun, tanpa saya sadari, ada satu hal penting yang terlewatkan dari daftar periksa saya: memeriksa tekanan angin ban.

Ketika saya memulai perjalanan, semuanya terasa lancar. Namun, tidak lama setelah itu, ketika saya sedang melaju di tengah jalan yang sepi, tiba-tiba terdengar suara ledakan yang membuat hati saya berdegup kencang. Ban motor saya pecah! Rupanya, tekanan anginnya terlalu rendah sehingga tidak mampu menahan beban perjalanan.

Kondisi ini membuat saya terjebak di tengah jalan yang sunyi, tanpa bantuan sekitar. Saya harus berjuang untuk menyelesaikan masalah ini sendirian, dengan risiko kecelakaan yang bisa saja terjadi. Kesalahan sederhana ini mengajarkan saya sebuah pelajaran berharga: betapa pentingnya memeriksa setiap detail kendaraan sebelum memulai perjalanan, sekalipun sepertinya semuanya dalam kondisi baik.

Beruntung saya masih bisa nemu bengkel saat itu. Tapi dorong motor berkilo-kilo tetap saja jadi pengalaman buruk yang tidak akan saya lupa.

b. Menunda Mengisi Bahan Bakar

Ketika perjalanan mudik saya melintasi jalanan yang panjang dan terbuka, saya merasa cukup percaya diri dengan bahan bakar yang tersedia di tangki motor saya. Meskipun stasiun pengisian bahan bakar terakhir terlihat jauh di depan, saya memutuskan untuk menunda pengisian bahan bakar, berharap bisa menemukan stasiun pengisian bahan bakar yang lebih murah atau lebih dekat.

Namun, ketika saya melanjutkan perjalanan, saya menyadari bahwa keputusan itu salah. Di tengah perjalanan, di suatu tempat yang jauh dari stasiun pengisian bahan bakar terakhir, saya tersadar bahwa bahan bakar di tangki sudah menipis dengan cepat. Dan ketika saya mencari-cari stasiun pengisian bahan bakar berikutnya, yang saya temukan adalah stasiun yang kehabisan stok!

Kesalahan ini membuat perjalanan saya menjadi tidak nyaman dan penuh dengan kekhawatiran. Saya menyadari bahwa, terkadang, menunda sesuatu yang seharusnya dilakukan dengan segera hanya akan menyulitkan situasi di kemudian hari. Pelajaran yang saya ambil dari pengalaman ini adalah untuk tidak mengambil risiko yang tidak perlu, terutama ketika menyangkut keamanan dan kenyamanan perjalanan.

Dan ya terpaksa deh beli bensin eceran yang biasa kita temuin di pinggir jalan-jalan. Sialnya adalah momentum mudik lebaran dimanfaatkan oleh sebagian penjual bensin eceran untuk menaikkan harga.

c. Tidak Membawa Uang Tunai

Ketika motor saya tiba-tiba mogok di tengah perjalanan karena ban pecah, kepanikan langsung melanda. Saya segera berusaha mencari bengkel terdekat untuk memperbaiki masalah tersebut. Namun, dalam kepanikan tersebut, saya menyadari satu hal yang sangat vital: saya tidak membawa uang tunai!

Saya mencoba mencari ATM terdekat untuk menarik uang, namun ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Saya harus menyusuri jalanan yang tidak saya kenal dengan harapan menemukan ATM yang masih berfungsi. Hal ini membuat situasi semakin sulit dan memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki motor.

Pengalaman ini mengajarkan saya sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya persiapan yang matang sebelum melakukan perjalanan jauh. Saya menyadari bahwa, meskipun teknologi telah membuat segalanya lebih mudah dengan adanya pembayaran non-tunai, namun membawa uang tunai masih merupakan hal yang penting, terutama untuk mengatasi situasi darurat seperti yang saya alami.

Nah, tapi perlu catatan juga nih buat tidak membawa uang cash dalam jumlah yang berlebihan. Karena kemungkinan perampokan bisa saja terjadi dan para pemudik bisa jadi target empuk para penjahat tersebut. Jadi bawa secukupnya aja ya!

d. Hanya Mengganti Oli

Sebelum memulai perjalanan mudik, saya telah melakukan penggantian oli pada motor saya. Saya pikir itu sudah cukup untuk memastikan motor saya dalam kondisi baik untuk perjalanan jauh. Namun, ternyata saya salah besar.

Di tengah perjalanan, motor saya tiba-tiba mulai terasa tidak stabil. Saya merasa ada yang tidak beres, namun saya tidak bisa langsung menemukan penyebabnya. Barulah setelah berhenti di bengkel terdekat dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, saya menyadari bahwa masalahnya bukan hanya pada oli.

Saya terlalu fokus pada penggantian oli, namun mengabaikan pentingnya melakukan servis menyeluruh pada motor sebelum melakukan perjalanan jauh. Ini menjadi pelajaran berharga bagaimana sebuah kesalahan kecil dalam perawatan motor bisa berdampak besar pada kenyamanan dan keselamatan perjalanan.

Ngomong-ngomong ganti oli itu penting banget ya guys untuk menjaga kondisi mesin tetap baik sehingga menjaga harga jual tetap dalam harga tinggi. Jadi bukan cuma demi mudik tapi juga buat menjaga harga jual motor kamu.

e. Tidak Menggunakan Sarung Tangan

Ketika saya melaju di bawah terik matahari, saya merasakan panas yang menyengat pada kulit tangan saya. Ternyata, saya tidak menggunakan sarung tangan saat itu. Saya pikir hal itu sepele dan tidak begitu penting. Namun, saya salah besar.

Terik matahari yang menyengat membuat kulit tangan saya terasa panas dan tidak nyaman. Bahkan, setelah beberapa jam perjalanan, kulit tangan saya mulai memerah dan terasa seperti terbakar. Ini adalah pengalaman yang menyakitkan dan tidak nyaman, yang sebenarnya bisa dihindari dengan menggunakan sarung tangan.

Perlu catatan tak hanya sarung tangan ya yang penting, tapi perhatikan juga helm kalian. Lebih bagus lagi kalau kalian mengenakan pelindung dada. Karena faktanya 35% kematian pada kecelakaan disebabkan cedera pada kepala dan 30% cedera pada bagian dada.

Pengalaman ini mengingatkan saya betapa pentingnya keselamatan dan perlindungan diri saat berkendara, terutama dalam kondisi cuaca yang ekstrem seperti di bawah terik matahari. Sebuah kesalahan yang terlihat sepele bisa memiliki dampak yang serius pada kenyamanan dan kesehatan kita.

Share This Article

Artikel Terbaru

Artikel Terkait