MoFE Logo

Kode Kedipan MIL Motor Honda dan Arti Kerusakannya

Yuk ketahui kode kedipan MIL motor Honda dan arti kerusakannya!

Sebelum kita mulai lebih lanjt, apa itu MIL pada motor Honda? MIL merupakan kependekkan dari Malfunction Indicator Lamp atau bahasa Indonesianya Lampu Indikator Malfungsi. Ini adalah lampu peringatan yang terdapat pada sepeda motor Honda yang menggunakan teknologi Programmed Fuel Injection (PGM-FI). Lampu ini akan menyala jika terjadi kerusakan atau malfungsi pada sistem injeksi.

Dalam kondisi normal, lampu MIL akan menyala selama sekitar 2 detik saat kunci kontak diputar ke posisi ON. Setelah itu, lampu akan mati jika tidak ada kerusakan pada sistem injeksi.

Jika lampu MIL menyala terus-menerus atau berkedip, maka itu menandakan adanya kerusakan pada sistem injeksi. Untuk mengetahui jenis kerusakannya, Anda dapat membaca kode kedipan MIL yang ditampilkan.

Cara Membaca Kode Kedipan MIL

Kode kedipan MIL terdiri dari kombinasi kedipan panjang dan pendek. Kedipan panjang memiliki durasi sekitar 1,3 detik, sedangkan kedipan pendek memiliki durasi sekitar 0,3 detik.

Untuk membaca kode kedipan MIL motor Honda dan arti kerusakannya, Anda dapat menghitung jumlah kedipan panjang dan pendeknya. Misalnya, jika lampu MIL berkedip 2 kali panjang dan 1 kali pendek, maka kodenya adalah 21.

Arti Kerusakan Kedipan MIL

Setelah kita sudah bisa membaca kedipannya, berikut ini merupakan beberapa jenis kode MIL pada motor Honda:

Kode MIL 1: Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure)

Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure) adalah sensor yang mengukur tekanan udara di intake manifold. Sensor ini digunakan untuk menghitung massa udara yang masuk ke mesin. Jika sensor MAP mengalami kerusakan, maka ECU tidak akan dapat menghitung massa udara dengan akurat, sehingga dapat menyebabkan mesin boros bahan bakar, kurang bertenaga, atau bahkan tidak dapat dihidupkan.

Kode MIL 7: Sensor EOT/ECT (Engine Oil Temperature)/Engine Coolant Temperature)

Sensor EOT/ECT (Engine Oil Temperature)/Engine Coolant Temperature adalah sensor yang mengukur suhu oli mesin atau cairan pendingin mesin. Sensor ini digunakan untuk mengatur suhu mesin agar tetap optimal. Jika sensor EOT/ECT mengalami kerusakan, maka mesin dapat overheat atau tidak dapat bekerja dengan optimal.

Kode MIL 8: Sensor TP (Throttle Position)

Sensor TP (Throttle Position) adalah sensor yang mengukur posisi bukaan throttle valve. Sensor ini digunakan untuk mengatur aliran udara ke mesin. Jika sensor TP mengalami kerusakan, maka ECU tidak akan dapat mengatur aliran udara dengan akurat, sehingga dapat menyebabkan mesin boros bahan bakar, kurang bertenaga, atau bahkan tidak dapat dihidupkan.

Kode MIL 9: Sensor IAT (Intake Air Temperature)

Sensor IAT (Intake Air Temperature) adalah sensor yang mengukur suhu udara yang masuk ke mesin. Sensor ini digunakan untuk mengatur campuran udara dan bahan bakar agar tetap optimal. Jika sensor IAT mengalami kerusakan, maka mesin dapat bekerja tidak optimal atau bahkan tidak dapat dihidupkan.

Kode MIL 11: Sensor VS (Vehicle Speed)

Sensor VS (Vehicle Speed) adalah sensor yang mengukur kecepatan kendaraan. Sensor ini digunakan untuk menghitung konsumsi bahan bakar dan mengatur sistem ABS. Jika sensor VS mengalami kerusakan, maka sistem ABS dapat tidak berfungsi atau konsumsi bahan bakar dapat menjadi tidak akurat.

Kode MIL 12: Injektor

Injektor adalah komponen yang berfungsi untuk menyemprotkan bahan bakar ke mesin. Jika injektor mengalami kerusakan, maka mesin dapat boros bahan bakar, kurang bertenaga, atau bahkan tidak dapat dihidupkan.

Kode MIL 21: Sensor Oksigen (O2)

Sensor Oksigen (O2) adalah sensor yang mengukur kandungan oksigen di gas buang. Sensor ini digunakan untuk mengatur campuran udara dan bahan bakar agar tetap optimal. Jika sensor O2 mengalami kerusakan, maka mesin dapat boros bahan bakar, kurang bertenaga, atau bahkan tidak dapat dihidupkan.

Kode MIL 29: Rangkaian IACV (Intake Air Control Valve)

Rangkaian IACV (Intake Air Control Valve) adalah rangkaian yang mengatur posisi IACV (Intake Air Control Valve). IACV adalah komponen yang berfungsi untuk mengatur jumlah udara yang masuk ke mesin saat mesin idle. Jika rangkaian IACV mengalami kerusakan, maka mesin dapat idle tidak stabil atau bahkan tidak dapat dihidupkan saat mesin dingin.

Kode MIL 33: ECM (Engine Control Module)

ECM (Engine Control Module) adalah modul kontrol mesin yang mengatur seluruh sistem injeksi. Jika ECM mengalami kerusakan, maka seluruh sistem injeksi akan tidak berfungsi, sehingga mesin tidak dapat dihidupkan.

Kode MIL 52: Sensor CKP (Crankshaft Position)

Sensor CKP (Crankshaft Position) adalah sensor yang mengukur posisi poros engkol mesin. Sensor ini digunakan untuk menghitung kecepatan mesin dan mengatur waktu pengapian. Jika sensor CKP mengalami kerusakan, maka mesin dapat tidak dapat dihidupkan, mesin dapat mati mendadak, atau bahkan mesin dapat rusak.

Kode MIL 54: Sensor BAS (Bank Angle Sensor)

Sensor BAS (Bank Angle Sensor) adalah sensor yang mengukur kemiringan kendaraan. Sensor ini digunakan untuk mengatur sistem ABS. Jika sensor BAS mengalami kerusakan, maka sistem ABS dapat tidak berfungsi.

Kode MIL 67: Front Wheel Speed Sensor (PCX 160)

Front Wheel Speed Sensor adalah sensor yang mengukur kecepatan roda depan. Sensor ini digunakan untuk menghitung konsumsi bahan bakar dan mengatur sistem ABS. Jika Front Wheel Speed Sensor mengalami kerusakan, maka sistem ABS dapat tidak berfungsi atau konsumsi bahan bakar dapat menjadi tidak akurat.

Kode MIL 86: Speedometer (PCX 160)

Speedometer adalah komponen yang berfungsi untuk menunjukkan kecepatan kendaraan. Jika speedometer mengalami kerusakan, maka kecepatan kendaraan tidak dapat diketahui dengan akurat.

Kode MIL 91: Coil Ignition primary circuit malfunction (PCX 150, ADV 150,PCX 160)

Kode ini hanya berlaku untuk sepeda motor PCX 150, ADV 150, dan PCX 160

Ngomong-ngomong kalau di MoFE banyak yang jual motor Honda bekas dengan segala tipe lho!

Dan kalian bisa dapatkan dengan harga dan kualitas terbaik

Baca juga artikel yang lainnya yuk!

Share This Article

Artikel Terbaru

Artikel Terkait