MoFE Logo

7 Alasan Jangan Beli Motor Listrik saat ini!

7 Alasan Jangan Beli Motor Listrik saat ini!

Berawal dari selis atau sepeda listrik yang cukup viral di beberapa daerah, kini kendaraan mobil dan motor listrik makin banyak menjamur. Apalagi pas kampanye Gibran Rakabuming yang datang pakai motor listrik warna biru, yang sempat jadi perbincangan tersebut.

Banyak penyewaan sepeda listrik di beberapa titik rekreasi, atau bahkan di kampung-kampung. Karena tertarik akhirnya penulis membeli sepeda listrik tersebut karena lumayan berguna juga untuk kebutuhan mobilitas jarak pendek seperti pergi ke minimarket.

Seiring dengan perkembangan muncul si “motor listrik” dengan desain yang motor banget, tapi pakai listrik.  Motor listrik menawarkan berbagai kelebihan, seperti efisiensi energi dan ramah lingkungan dan harganya yang di bawah motor biasa.

Sempat bimbang untuk memutuskan beli motor listrik gak ya? Tapi setelah mendapatkan beberapa masukan dari rekan dan informasi di internet, penulis mengurungkan untuk membeli motor listrik karena beberapa hal. Berikut ini adalah 7 alasan kenapa jangan beli motor listrik!

1. Harga Awal yang Lebih Tinggi

Harga adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi keputusan pembelian. Emang sih motor listrik harga barunya di bawah motor biasa. Tapi motor listrik baru umumnya memiliki harga awal yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan motor bekas. Misalnya, motor listrik A dengan spesifikasi tertentu mungkin dibanderol dengan harga Rp 30 juta, sedangkan motor bekas dengan spesifikasi serupa bisa Anda dapatkan hanya dengan Rp 15 juta. Jangan beli motor listrik jika Anda ingin mendapatkan nilai terbaik untuk uang Anda.

Selain itu, dengan membeli motor bekas, Anda dapat memilih dari berbagai merek dan model yang tersedia di pasar dengan harga yang lebih kompetitif. Pasar motor bekas sangat luas, dan Anda bisa menemukan motor berkualitas dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan motor listrik baru.

2. Depresiasi yang Cepat

Depresiasi nilai adalah faktor penting lainnya yang perlu dipertimbangkan. Motor listrik cenderung mengalami penurunan nilai yang lebih cepat dibandingkan dengan motor bensin konvensional. Dan yang perlu dicatat bahwa penurunan harga tersebut tak terprediksi atau mudah diperkirakan seperti motor konvensional.

Bahkan menurut salah satu pengalaman ada yang membeli motor listrik 16 juta, dan ketika menjual hanya dihargai 6 juta rupiah. Anjlok banget kan!

Jika Anda berencana untuk menjual motor Anda di masa depan, jangan beli motor listrik karena nilai jual kembalinya yang cenderung lebih rendah. Motor bekas, terutama dari merek-merek terkenal, umumnya mempertahankan nilai mereka lebih baik dan lebih mudah dijual kembali. Ini adalah keuntungan besar bagi Anda yang mungkin ingin mengupgrade atau mengganti motor di masa mendatang.

3. Keterbatasan Infrastruktur Pengisian Daya

Salah satu tantangan utama dalam menggunakan motor listrik adalah keterbatasan infrastruktur pengisian daya. Meski di kota-kota besar mulai banyak bermunculan stasiun pengisian daya, jumlahnya masih jauh dari memadai jika dibandingkan dengan jumlah SPBU. Hal ini menjadi masalah besar terutama bagi Anda yang sering bepergian jarak jauh atau tinggal di daerah yang belum terjangkau stasiun pengisian daya. Keterbatasan ini bisa mengakibatkan ketidaknyamanan dan membatasi mobilitas Anda.

Bayangkan jika Anda berada di tengah perjalanan dan baterai motor listrik Anda hampir habis, tetapi Anda tidak dapat menemukan stasiun pengisian daya terdekat. Situasi seperti ini bisa sangat merepotkan dan mengganggu rencana perjalanan Anda. Oleh karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk membeli motor listrik, pikirkan terlebih dahulu mengenai ketersediaan infrastruktur pengisian daya di daerah Anda.

4. Biaya Pemeliharaan dan Perbaikan

Motor listrik memang memiliki lebih sedikit komponen bergerak dibandingkan motor bensin, namun komponen yang ada biasanya lebih mahal dan sulit didapat. Baterai, misalnya, adalah komponen yang paling mahal dan rentan rusak. Penggantian baterai motor listrik bisa memakan biaya yang sangat tinggi, bahkan hampir setara dengan harga motor itu sendiri. Di sisi lain, motor bekas memiliki suku cadang yang lebih mudah ditemukan dan harganya pun lebih terjangkau. Biaya perbaikan dan pemeliharaan motor bekas biasanya lebih murah dan prosesnya lebih mudah.

Jika Anda mencari solusi yang lebih ekonomis dalam jangka panjang, jangan beli motor listrik. Motor bekas, terutama yang berasal dari merek-merek populer, memiliki jaringan layanan purna jual yang lebih luas dan suku cadang yang lebih mudah didapatkan. Hal ini tidak hanya menghemat uang Anda, tetapi juga mengurangi waktu dan usaha yang diperlukan untuk melakukan perawatan rutin dan perbaikan.

5. Performa dan Jarak Tempuh

Keterbatasan jarak tempuh adalah salah satu kekurangan utama motor listrik. Meski beberapa model terbaru mampu menempuh jarak yang cukup jauh, performa mereka masih belum bisa menandingi motor bensin konvensional, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Ini membuat motor konvensional lebih bisa diandalkan untuk keperluan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.

Jika Anda sering melakukan perjalanan jarak jauh atau membutuhkan motor dengan performa tinggi, jangan beli motor listrik. Motor biasa dengan kapasitas mesin yang besar dan tangki bahan bakar yang cukup besar akan lebih sesuai dengan kebutuhan Anda. Selain itu, motor konvensional juga lebih fleksibel dalam hal penggunaan bahan bakar, sehingga Anda tidak perlu khawatir tentang keterbatasan jarak tempuh.

6. Ketersediaan Suku Cadang

Pasar suku cadang motor non listrik jauh lebih luas dan mudah diakses dibandingkan dengan motor listrik. Banyaknya pilihan suku cadang untuk motor konvensional membuat perawatan dan perbaikan menjadi lebih mudah dan murah. Anda tidak perlu khawatir kesulitan menemukan komponen yang dibutuhkan karena pasar suku cadangnya sangat melimpah. Kepraktisan ini tentunya menjadi poin plu, terutama jika Anda membutuhkan kendaraan yang mudah dan murah perawatannya.

Jangan beli motor listrik jika Anda ingin memiliki motor yang mudah diperbaiki dan dirawat. Selain itu, gak banyak lho bengkel-bengkel umum yang mampu menerima servis atau jasa perbaikan untuk motor listrik.

7. Ketersediaan Model dan Varian

Apakah Anda mencari motor sport, motor matic, atau motor bebek, Anda bisa dengan mudah menemukan model motor yang sesuai dengan anggaran dan preferensi Anda. Budget terbatas? Beli aja motor bekas! Motor bekas juga memberikan fleksibilitas lebih dalam hal kustomisasi. Anda bisa mengubah tampilan dan performa motor bekas sesuai dengan keinginan tanpa mengeluarkan biaya yang terlalu besar.

Jangan beli motor listrik jika Anda menginginkan variasi model dan kemampuan kustomisasi yang luas. Motor listrik saat ini belum bisa menyesuaikan dengan gaya hidup dan kebutuhan berkendara Anda. Motor biasa? Jangan ditanya, dari motor klasik hingga model terbaru, Anda memiliki kebebasan untuk memilih motor yang paling cocok untuk Anda.

Setelah mempertimbangkan tujuh alasan di atas, jelas bahwa membeli motor bekas bisa menjadi pilihan yang lebih bijaksana dibandingkan membeli motor listrik baru. Harga yang lebih terjangkau, depresiasi yang lebih stabil, ketersediaan infrastruktur dan suku cadang, serta pilihan model yang beragam adalah beberapa faktor yang membuatnya lebih unggul. Jangan beli motor listrik sebelum Anda mempertimbangkan semua faktor ini dan melihat opsi yang lebih ekonomis dan praktis yang ditawarkan oleh motor biasa

Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk membeli motor, pikirkanlah dengan matang dan pertimbangkan motor bekas sebagai opsi utama. Banyak dealer terpercaya yang menyediakan motor bekas berkualitas dengan harga yang kompetitif di MoFE. Coba aja lhat-lihat dulu di MoFE, kalau ada yang cocok bisa coba tanya dulu ke dealer tersebut!

Selamat berburu motor bekas guys!

Share This Article

Artikel Terbaru

Artikel Terkait