MoFE Logo

Awas Motor Bekas Banjir! Jangan Lupa Cek Hal Berikut!

Awas Cek Motor Bekas Banjir! Jangan Lupa Cek Hal Berikut!

Berbelanja sepeda motor bekas bisa menjadi pilihan yang realistis bagi mereka yang anggarannya terbatas. Misalnya, jika Anda memilih Honda BeAT 2023, harganya bisa berbeda sekitar 15% ~ 20% dari yang baru 2024. Namun, setiap sepeda motor bekas memiliki kondisi yang unik, sehingga seringkali orang memiliki pengalaman yang kurang menguntungkan saat membelinya. Salah satu contohnya adalah membeli motor yang telah terendam banjir. Ini hanyalah satu contoh, sebenarnya masih banyak kesalahan umum lainnya yang sering diabaikan orang ketika membeli sepeda motor bekas.

Kalau sedang mencari motor bekas, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dengan cermat. Pengalaman kurang menyenangkan dalam pembelian motor bekas seringkali menjadi pelajaran berharga bagi kita. Sebagai contoh nyata, kita dapat merujuk pada kisah seorang teman, misalnya, sebutlah namanya Tono, yang memutuskan untuk membeli motor bekas di daerah Jakarta Utara. Meskipun daerah tersebut dikenal dengan banjirnya, penting untuk diingat bahwa tidak semua motor bekas di sana memiliki masalah.

Namun, nasib buruk menimpa Tono ketika beberapa minggu setelah pembelian, motor yang dibelinya mulai menunjukkan gejala masalah. Setelah diperiksa oleh pihak bengkel, ternyata motor tersebut kemungkinan besar pernah terendam banjir. Kesalahan Tono adalah tidak melakukan pemeriksaan yang cukup detail terhadap motor bekas yang ia beli dari seseorang. Namun, kita harus menyadari bahwa kecerobohan semacam ini tidak hanya terjadi pada Tono, tapi seringkali dialami oleh banyak orang ketika membeli motor bekas.

Berikut ini kita akan bahas beberapa hal yang sering terlupakan banyak orang saat membeli motor bekas:

Cek apakah motor pernah terendam banjir

Meski motor yang akan kamu beli adalah motor yang digadang tangguh hadapi banjir, tetap saja risiko untuk terendam dan rusak karena banjir tetaplah ada. Maka cek apakah motor bekas pernah terendam banjir, langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah bertanya langsung kepada penjual. Meskipun kemungkinan kecil penjual akan mengakuinya, tidak ada salahnya untuk mencoba. Namun, jika memungkinkan, langkah berikutnya adalah memeriksa bagian sasis atau rangka bagian dalam motor.

Kembali ke cerita Tono, motor yang ia beli menunjukkan indikasi telah terendam banjir saat bagian dalam rangka terlihat kotor seperti terkena air tanah. Meskipun motor tersebut sudah dicuci, masih terdapat bagian dalam rangka yang tidak bisa dijangkau saat motor dicuci di salon atau tempat cuci steam karena tempatnya yang sempit.

Dugaan bahwa motor tersebut pernah terendam banjir diperkuat ketika soket kabel dibuka dan terlihat kotoran bekas pasir, yang kemungkinan besar berasal dari banjir.

Dengan demikian, cek bagian sasis atau rangka bagian dalam motor dapat memberikan petunjuk apakah motor tersebut bekas terendam banjir atau tidak.

STNK dan nomor rangka mesin:

Seringkali, ketika seseorang membeli motor bekas, fokusnya teralihkan pada apakah pajak motor telah dibayar atau belum. Tentu saja, hal ini penting untuk dipertimbangkan karena keterlambatan membayar pajak dapat berakibat pada denda yang cukup besar.

Namun, selain itu, penting juga untuk memeriksa apakah nomor rangka mesin pada motor tersebut sesuai dengan yang tercantum dalam surat kendaraan (STNK). Banyak orang terlalu percaya diri dan menganggap bahwa nomor-nomor tersebut pasti sesuai tanpa melakukan pemeriksaan yang teliti. Ini bisa menjadi kesalahan fatal karena jika nomor rangka mesin tidak sesuai dengan dokumen yang ada, Anda dapat menghadapi kesulitan di masa depan, terutama saat mengurus perpanjangan STNK atau penjualan motor.

Untuk menghindari masalah ini, lebih baik meminta bantuan teman yang ahli atau melakukan pemeriksaan bersama-sama dengan penjual. Dengan memastikan kecocokan nomor rangka mesin, Anda dapat menghindari masalah administratif yang rumit dan menghemat waktu serta biaya yang tidak perlu.

Motor Pernah Alami Tabrakan

Saat membeli motor bekas, seringkali kita tidak memperhatikan apakah motor tersebut pernah mengalami kecelakaan atau kerusakan parah. Hal ini dapat menjadi masalah serius karena meskipun secara kasat mata motor terlihat baik-baik saja, namun kerusakan struktural pada rangka atau komponen lainnya dapat menyebabkan masalah keamanan dan kinerja di masa depan.

Meskipun tampaknya kecelakaan hanya akan meninggalkan bekas lecet pada bodi motor. Sebenarnya kerusakan yang lebih serius dapat terjadi pada bagian internal. Perbedaan ini mungkin tidak terasa saat motor diparkir, tetapi ketika Anda mengendarainya, Anda mungkin merasakan bahwa kemudi terasa miring atau tidak stabil.

Ini bisa menjadi indikasi bahwa motor pernah mengalami kecelakaan atau kerusakan serius. Untuk memeriksa lebih lanjut, Anda dapat mengecek bagian rangka motor untuk melihat adanya penyok, miring, atau sambungan las yang tidak sempurna.

Jika Anda menemukan bekas patahan pada rangka, ini dapat menjadi petunjuk bahwa motor tersebut pernah mengalami benturan yang sangat besar. Yang kemungkinan besar disebabkan oleh kecelakaan. Dengan memeriksa secara teliti bagian rangka motor, Anda dapat menghindari membeli motor bekas yang memiliki kerusakan tersembunyi akibat kecelakaan atau tabrakan.

Kelistrikannya Ada masalah

Saat membeli motor bekas, seringkali orang melupakan untuk memeriksa kondisi kelistrikan. Padahal, masalah pada sistem kelistrikan dapat menjadi sumber masalah yang cukup serius di kemudian hari. Jika Anda menemukan motor bekas dengan indikasi masalah pada kelistrikannya, sebaiknya Anda mempertimbangkan ulang untuk melanjutkan pembelian tersebut.

Kecuali, tentu saja, Anda memiliki akses ke bengkel yang ahli dalam menangani masalah kelistrikan dan memahami cara kerja sistem tersebut. Namun, perlu diingat bahwa perbaikan kelistrikan motor membutuhkan servis yang detail dan rumit, yang tentunya akan menguras biaya.

Beberapa ciri umum motor yang memiliki masalah kelistrikan antara lain starter yang bermasalah. Selain itu klakson yang terdengar tidak normal, atau lampu yang redup.

Mengingat cerita Tono yang membeli motor bekas yang terendam banjir, efek dari kondisi tersebut juga dapat memengaruhi sistem kelistrikan. Misalnya, aki motor yang seringkali soak secara tiba-tiba dan tercium bau gosong. Setelah diperiksa, seringkali ditemukan soket yang terbakar dan terdapat kotoran seperti bekas terendam banjir di dalamnya. Oleh karena itu, pastikan untuk memeriksa dengan cermat kondisi kelistrikan motor bekas sebelum Anda memutuskan untuk membelinya.

Anda mungkin merasa bahwa membeli sepeda motor bekas itu berisiko. Namun, jika Anda dapat menemukan sepeda motor bekas berkualitas baik, Anda bisa menghemat ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Untuk meminimalkan risiko yang disebutkan di atas, MoFE merekomendasikan untuk membeli sepeda motor bekas dari dealer yang terverifikasi di MoFE. Dealer yang terverifikasi di MoFE memeriksa kondisi dan memperbaiki jika mereka menemukan cacat sebelum mereka menjualnya. Yuk buruan berburu motor bekas di MoFE! Dan bawa pulang motor impian kalian!

Share This Article

Artikel Terbaru

Artikel Terkait